Senin, 16 Juli 2018

Oceh - Jati Tua

Tertulis Sempurna dahaga jiwa
gejolak dengan nada sang asa
bertepuk dirongga tulang belaka
melangkah berlari hati teruji

Gemerlap sang surya di dua arah
melaju sekilas tangga tertera
tertawa berdahak alam yang fana
meneguk semerbak hasrat ambisi

galaksi tergores bau lentera
manusia berlabuh jadi sang raja
tentara berbaris lurus bersatu
sepatu menguak kaki hentaknya

Ekranisasi - Jati Tua

Mendalang senja tikung hari
pikir kata bahasa promosi
tertulis sebuah narasi
salinan dibalik layar prestasi

peremajaan apresiasi
terkotak ranah ruang durasi
pembebasan cuplikan ekspansi
mengurung logika kreasi

usik literasi dibawah wajah televisi...

Cahaya - Jati Tua

Tertatih Seorang anak manusia
dibawah kelip bintang angkasa
terhimpit sudah hidup matinya
dalam pelukan gelap semata

tanahpun mengalir..batupun mendengkur

Suara bumi mulai menghampiri
terniang risih di daun telinga

tanahpun mengalir..batupun mendengkur

Cahaya....

Kamis, 14 Desember 2017

Salim si Bocah Palestin

Salim si bocah yang kencingnya masih belum lurus
sudah mulai belajar melempar-lempar batu dan mengangkat senjata
karena sekolah tempat selama ini ia belajar matematika dan Ilmu alam sudah runtuh
hampir rata dengan tanah

situasi mencekam sudah biasa ia lewati
petir-petir langit yang diiringi ledakan bom
bunyi pistol,  tembakan tank dan suara bising pesawat tempur
senantiasa mengisi hiburannya setiap hari

hidupnya mungkin tak seperti anak di negara lain
tentram, sejahtera, dan aman berkumpul bersama sanak saudara
bermain bersama teman-teman sebaya
mendengarkan dongeng guru, belajar di sekolah dan
mengaji al-Qur'an di langgar

bagaimana bisa sekarang dia merasakan seperti itu
keluarganya selalu dihantui rasa ketakutan
karena sewaktu-waktu tentara-tentara bajingan Israel itu bisa menyerang
teman-temannya sibuk untuk berlindung diri, tak ada waktu bermain leluasa
sekolahnya pun kebetulan hancur dibom
masjid-masjid sekitar rumahnya di kelilingi tentara Israel

satu waktu Salim pernah hampir tidak bernyawa
salah satu tembakan tank menghancurkan tempat tinggalnya
untung beberapa pemuda kampung cepat mengambilnya dari tumpukan batako rumahnya yang hancur
ajaib Salim masih hidup
ia keluar dengan tangisan menjerit
wajahnya mengalir darah
seluruh badanya terlihat lesu tak berdaya
kulitnya berlapis debu-debu tebal akibat reruntuhan tembok
rambutnya acak-acakan
kaki tanganya lebam
kepalanya bocor kejatuhan reruntuhan bangunan
mengenaskan....
entah kemana keluarganya saat itu, mungkin sibuk sendiri untuk berlindung dari tentara lain

tak lama kemudian sang Ibu datang memeluk dan menggendong Salim
Salim si bocah sudah mengalami peristiwa itu
...

Kota idamannya sekarang sudah di ambil negara orang
kehidupannya semakin berantakan
masa depannya cenderung suram
bendera agamanya telah di injak-injak

mungkin di negara Salim tidak mengenal menyerah
mundur menjadikannya hina
hidup untuk jihad atau mati dalam kesyahidan
sayang semangat itu mungkin bisa terkalahkan
dengan kebijakan antek-antek penguasa bajingan

hidupnya menjadi sejarah
matinya dikenang
do'a kami mengiringimu...







Rabu, 13 Desember 2017

Sekedar

wahai pagi ini lihatlah..
Bagaimana burung elang itu terus mengepakkan sayapnya ke atas sana..
apakah ada kiranya ia ingin menyelam ke dasar lautan..
dan menyantap ikan-ikan di dalamnya..

wahai siang ini lihatlah..
Bagaimana kelompok kijang-kijang itu menggerogoti dedauanan..
apakah kiranya ada kekuatan untuknya berburu sapi..
menikmati daging dan tulang-belulangnya..

wahai malam ini lihatlah..
Bagaimana kelompok kelelawar itu berburu pada hari yang begini gelap..
apakah kiranya ada hasrat untuknya ingin keluar menari-nari
dan berterbangan dibawa matahari di siang bolong
kemudian menikmati santapan untuk sekedar mengisi perutnya..

sadarku menegurku..
disaat langit ini tidak lagi bercengkrama denganku..
disaat cakrawala terlihat mulai memburam dan memudar dimataku..
disaat nyawa-nyawa makhluk-Nya mulai saling bercinta satu sama lain dihadapanku..
disaat planet-planet mengalunkan lagu-lagu untuk dirinya sendiri tanpa menghiraukanku..
disaat bencana-bencana menemani negeriku..
disaat pembicaraan dari mulut orang-orang itu mulai berteriak dan terasa bising ditelingaku..

semua sadar mengingatkanku
akan dunia ini yang tak semau diriku
akan jiwa ini yang tak semau hasratku
akan otak ini yang tak semau pikiranku
akan raga ini yang tak semau kekuatanku
akan keringat ini yang tak semau porsirku

kita akan terlihat begitu lemah..
sangat lemah..

memang kita tercipta hanya untuk ber-ingin..
memang manusia terlahir hanya untuk ber-hasrat..
memang hati terbuat hanya untuk berandai-andai...

kuasa apa kita bisa mengatur kondisi hari..
kuasa apa kita bisa menentukkan hasil..
kuasa apa kita untuk mengobati luka hati..
kuasa apa kita untuk merubah ucap kata..
kuasa apa kita untuk mengukur lembah duka..

semua yang tercipta begitu lemah..
Tuhan memang mencipta makhluk sewajarnya saja..
tak ada kekuatan baginya..
selamat kembali kepada-Nyalah tujuan dari sadarku..

Senin, 13 November 2017

Ringan

Semua itu sederhana
Tidak sesulit menganyam bambu menjadi gubuk
Semua itu sederhana
Tidak sesulit mengarang kata menjadi lagu orkestra
Semua itu sederhana
Tidak sesulit mengasah besi menjadi pedang
Semua itu sederhana
Tidak sesulit menggali tanah menjadi ranu
Semua itu sederhana
Tidak sesulit membahagiakan para pelanggan si pelacur

Manusia memang dicipta untuk melakukan hal yang sederhana
Karena yang mengubah langit cerah menjadi mendung,
yang meletuskan gunung berapi,
yang membuat ombak menjadi tsunami,
yang memberi makan ikan-ikan dilaut,
yang memberi udara setiap makhluk,
yang memberi kenikmatan bercinta,
itu kuasa Tuhan
dan sampai kapanpun manusia tidak akan pernah membuat petir yang mengiringi hujan. 

Kamis, 13 Juli 2017

Menggandeng Tasawuf sebagai Metode Berpikir


                Pada zaman yang semakin kompleks ini kita semakin dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan dunia yang datang tidak terduga. Pada hakikatnya memang manusia harus belajar dari permasalahan yang mereka hadapi, semakin banyak masalah yang terselesaikan maka semakin banyak ilmu dan pengalaman yang akan didapat, karena orang besar lahir dari banyaknya masalah yang dia ciptakan dan selesaikan dengan baik.
                Perjalanan penyelesaian masalah tersebut tentu tidak dapat dilakukan dengan mengandalkan pikiran saja, akan tetapi dibutuhkan persatuan antara hati dan pikiran manusia yang membuat kekuatan dalam jiwa bisa menunjukkan eksistensinya dengan baik, sehingga manusia dapat mengatur psikologisnya dengan maksimal. Semua manusia pasti akan mengalami masa dimana hati berada pada jarak yang jauh dari pikirannya. Ada suatu hal yang sangat Ironis di Basel-Swiss, disana ada suatu tempat atau ruangan yang khusus memberikan izin kepada orang yang ingin mengakhiri hidupnya, lebih parahnya lagi dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan orang yang berminat bunuh diri di tempat ini, bahkan banyak turis dari luar yang rela datang ke Swiss hanya untuk mengakhiri hidupnya, dan adanya kelompok Exit yang memberikan bantuan berupa obat-obat berbahaya untuk mempercepat kematian orang.
Sebuah kisah menarik datang dari Swedia, Johny adalah salah satu orang yang mengalami masalah  tidur dalam hidupnya sehingga sudah beberapa hari terakhir dia tidak bisa tidur sama sekali, kemudian dia datang ke suatu tempat khusus berniat untuk bunuh diri karena dengan hal inilah dia baru bisa merasakan kenikmatan tidur selamanya. Ketika baru saja dia ingin membunuh dirinya, ada seorang ustadz mengejar dan berusaha menghentikan niatnya, kemudian mengajaknya untuk pergi sejenak ke masjid, sempat terjadi pemaksaan karena Johny bersikeras untuk bunuh diri, singkat cerita dengan paksaan ustadz tersebut Abdullah menurutinya kemudian berangkatlah mereka berdua ke masjid. Sesampainya di masjid ustadz tersebut mengajak Johny berdiam sejenak di masjid. Tidak lama setelah berdiam  Johny tertidur selama 2 hari di dalam masjid, kemudian terbangun dan lupa akan kejadian sebelumnya ketika ia ingin bunuh diri, drastis perubahan Johny menjadi selalu ingin berada di masjid, menetap menjadi takmir di masjid tersebut dan menjadi muslim kemudian mengganti nama menjadi Abdullah. Ketika keluarganya menemukan Abdullah maka kisah tersebut direkam oleh wartawan, kemudian kisahnya ditulis di media cetak dan dibaca oleh pemerintah setempat. Pemerintah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ustadz untuk menghentikan niat buruk Abdullah, kemudian pemerintah memberi kebijakan untuk menempatkan para ustadz di sekitar tempat bunuh diri tersebut dengan tujuan meminimalisir terjadinya kegiatan bunuh diri disana, Subhanallah.
                Dari kisah diatas banyak pelajaran yang dapat kita ambil, intinya ketika pikiran sudah memang tidak bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi, disitu Allah memang harus kita sertakan dalam hati kita. Penyatuan pikiran dan hati manusia memang harus berdampingan dengan menyertakan Allah di dalamnya, hubungan dengan yang Maha Kuasa inilah yang memerlukan kita menjadikan tasawuf sebagai bantuan pikiran kita menghadapi persoalan yang kompleks dalam kehidupan duniawi kemudian kembali untuk mengingat-Nya.
Imam Ghazali berpendapat bahwa Tasawuf adalah cara-cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu Tasawuf adalah tuntunan yang dapat mengarahkan manusia untuk mengenal Allah SWT lebih jauh, dengan Tasawuf ini pula manusia dapat melangkah sesuai dengan tuntunan yang lebih baik dan benar dengan akhlak yang indah dan akidah yang kuat. Oleh karena itu setiap sufi tidak mempunyai tujuan lain kecuali memecah dinding pembatas antara dirinya dengan Allah SWT semata untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Agar menjalani tasawuf dengan sempurna, ada beberapa unsur pokok tasawuf yang harus kita fokuskan dalam mengerjakannya: (1) Metafisika, hal-hal yang berkenaan dengan luar alam dunia atau bisa dikatakan juga sebagai ilmu ghaib. Memang ada beberapa hal yang tidak dapat ditafsirkan secara tegas oleh pikiran manusia secara duniawi ketika seseorang telah mendalami tasawuf; (2) Etika, yakni ilmu untuk mengobservasi mana sesuatu yang baik dan mana sesuatu yang buruk dilihat pada amal manusia sejauh mana yang dapat ditangkap oleh pikiran; (3) Psikologi, dalam ilmu tasawuf yang menjadi objek kajian kejiwaan adalah diri sendiri; (4) Estetika, ilmu keindahan yang melahirkan seni. Untuk meresapkan seni harus ada keindahan di dalamnya, maka puncak keindahan dalam tasawuf itu sendiri adalah cinta.
Setiap manusia butuh suatu masa dimana tidak memikirkan dunia dalam kehidupannya, saat itu yang diperlukan hanyalah memikirkan betapa kotornya kita ketika bertemu dengan Allah SWT. Tanpa kita sadari dengan melakukan hal tersebut masalah dunia yang kita hadapi perlahan dapat dipastikan membaik. Karena itulah sebaik-baiknya sarana untuk keluar dari dunia dan untuk merobohkan dinding pembatas antara diri dengan sang Pencipta  adalah Tasawuf. Tasawuf akan menuntun hati dan pikiran kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan sebagai media untuk memahami betapa berharganya hidup di dunia yang sesingkat ini.